Tuhan adalah hakikat kehidupan
[God is the esssence of life ]

Apa perlunya menumpuk harta secara berlebih-lebihan  lebih baik manusia
mengendalikan keinginnyadan merasa puas dengan penghasilan yang kecil. Di dunia yang bersifat dualitas
ini, tiada kebahagiaan mutlak atau kesengsaraan mutlak.

Salam Kasih

Sejak zaman dahulu kitab-kitab upanishad telah memberikan ajaran yang suci kepada manusia. Ini membuktikan
kekayaan budaya pusaka bhaarat. Amanat upanishad itu bersifat kekal dan abadi.
Mereka menyatakan,

‘’Rasovai saha’’.- ‘Tuhanadalah hakikat segala sesuatu’.

Sebagaimana gula ada dalam setiap tetes sirup, mentega terkandung dalam setiap tetes susu, demikian pula tuhan
meliputi setiap atom dan sel ciptaan ini. Meskipun demikian, tidak semua
manusia dapat memahami adanya tuhan dan asas yang suci ini. Tidak banyak orang
yang dapat memahami misteri tuhan yang meliputi segala sesuatu dari mikrokosmos
hingga makrokosmos.

Kitab-kitab upanishad mengungkapkan berbagai rahasia. Jika tidak demikian, hal itu tetap tidak akan di ketahui oleh
manusia. Sebagaimana manusia dapat merasakan manisnya tebu, pedasnya cabai,
asamnya jeruk nipis, dan harumnya bunga, adanya tuhan dapat dihayati dalam
segenap ciptaan. Tidak ada ilmuwan atau insinyur yang dapat memahami prinsip
keberadaan tuhan sebagai kesadaran dalam segala sesuatu. Semua  ini merupakan
bukti langsung akan adanya Tuhan. Manusia harus berusaha menyadari prinsip ini.

Engkau merasa diliputi kegembiraan yang meluap-luap bila melihat sungai yang mengalir deras, danau yang penuh air,
atau tanaman yang tumbuh subur di ladang. Semua itu merupakan bukti langsung
adanya tuhan. Meskipun demikian, manusia tidak mampu memahami hal ini.

Sejak lahir hingga ajal tiba, manusia memperoleh berbagai pengalaman. Namun, ia terkelabui oleh perasaan bahwa ia adalah pelaku
dan penyebab segala hal yang dialaminya. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak
memahami sifatnya sendiri yang sejati, dapat memahami prinsip tuhan yang
bersifat adikodrati

Segala hal yang dilihat, didengar,dialami, dan dinikmati seseorang menunjukkan adanya tuhan. Manusia harus
berusaha sekuat tenaga memahami asas ketuhanan. Kini manusia menyelidiki segala
seseuatu kecuali asas ketuhanan. Ia menggunakan waktu, berapa pun lamanya untuk
memahami hal-hal seperti komputer, televisi, telepon, dan sebagainya, tetapi
tidak dapat meluangkan waktu untuk mengetahui tuhan.

Upanishad menyatakan, ‘’ketahuilah dirimu sendiri’’. Jika engkau tidak tahu siapa engkau, bagaimana engkau bisa
mengetahui yang lain  manusia bertanya
kepada orang lain,’’siapakah anda’’. Tetapi tidak bertanya kepadanya dirinya
sendiri, ‘’siapakah aku’’.
Manusia modern berusaha mmengetahui apa yang sedang terjadi di dunia. Ia dapat
menceritakan secara rinci apa yang terjadi di amerika, inggris, pakistan, dan
sebagainya, tetapi ia tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam dirinya sendiri.
Jika ada orang yang bertanya kepadanya, ‘’siapakah anda’’. Ia memperkenalkan
dirinya dengan menyebutkan nama, pekerjaan, dan tempat tinggalnya. Orang yang
menyamakan dirinya dengan badan memberikan jawaban semacam itu. Meskipun
demikian, jawaban semacam itu bersifat dangkal dan tidak membuktikan kenyataan
yang sejati.

Bhagawadgita menyatakan:
‘’Kshetra-jnam  caa’pi maam viddhi’’.
‘Akulah[ kesadaran ] yang mengetahui dalam segala sesuatu’.

Engkau adalah kshetrajna ‘yang mengetahui’, bukan kshetra ‘tubuh’. Engkau menyebutkan nama, usia, pekerjaan,
dan tempat asalmu jika memperkenalkan diri. Meskipun demikian, semua ini hanya
berkaitan dengan badan, bukan penghuninya. Ini seperti memberikan nama dan
alamat rumah dengan mengabaikan orang yang tinggal di dalamnya. Tubuh itu dapat
diibaratkan dengan rumah dan engkau adalah penghuninya. Engkau tidak melakukan
usaha apa-apa untuk memahami kebenaran ini. Bila ada yang menanyakan
identitasmu, engkau harus berkata dengan penuh keyakinan, ‘’saya adalah atma’’.
Inilah jawaban yang benar.

Apa yang dimaksud dengan kata atma, atau kshetrajna  yang dimaksud yaitu
kesadaran [ caitanya ]. Weda menyebutnya sebagai aham ‘aku’. Asas aku ini
dimiliki oleh semua makhluk. Seandainya aku bertanya, ‘’siapakah ramayya’’
orang yang mempunyai nama itu akan berdiri dan berkata, ‘’saya’’. Entah ia
ramayya, krishnayya, govinda, atau siapa saja, setiap orang menyebut dirinya
sendiri, ‘’saya’’. Ini berarti setiap orang menyamakan prinsip ‘’saya’’ [ atau
rasa keakuan ] ini dengan nama yang diberikan kepada badannya. Orang
mengatakan, ‘’saya raama’’, ‘’saya krishna’’, ‘’saya govinda’’. Raama, krishna,
govinda kedengarannya berbeda, tetapi asas ‘’aku’’ [ atau rasa keakuan ] itu
sama dalam mereka semua. Ini menunjukan diri sejati setiap individu. Engkau
bukan tubuh, engkau adalah diri sejati yang bersemayam di dalamnya. Upanishad
melenyapkan keraguan manusia dengan memberikan amanat semacam itu.

Manusia memiliki sejumlah kemampuan yang tidak  dapat dilihat atau dipahami.
Orang-orang barat menyebut kemampuan adikodrati ini sebagai neotics. Ini dapat
dipahami sebagai kesadaran yang meliputi setiap makhluk dari kepala sampai
kaki. Kesadaran ini mempunyai kekuatan magnetis dan tidak dapat diciptakann
atau dimusnahkan.

Kesadaran tidak mempunyai kelahiran atau Kematian.
Kesadaran tiada awal atau Akhirnya.
Ia ada dalam segala makhluk
Sebagai saksi abadi.

ilmuwan besar, newton, menyatakan kebenaran yang sama. Ialah orang yang menemukan bahwa bumi mengandung kekuatan
magnetis. Daya tarik magnetis ini tidak terbatas di suatu tempat tertentu,
melainkan ada di seluruh bumi.

Einstein menyatakan bahwa materi,terpisah dari segala bentuk energi lainnya seperti misalnya energi magnetis,
dapat diubah menjadi energi listrik, yang pada gilirannya dapat diubah menjadi
energi cahaya dan energi panas. Dengan cara ini, kita dapat mengubah bentuk
energi, tetapi tidak seorang pun dapat menciptakan atau memusnahkannya.

Tidak seorang pun dapat memahami prinsip ketuhanan. Bagaimana manusia dapat menjelaskan proses lahirnya seekor
burung  siapa yang telah meletakkannya di
dalam telur dan bagaimana bayi burung itu tahu cara memecah telur lalu
keluar  sebatang pohon yang sangat besar
beserta segenap cabang dan buahnya terkandung dalam sebutir benih yang kecil
sekali. Bagaimana hal ini dapat dipahami  semua ini menunjukkan adanya tuhan.
Brahman ‘’Tuhan yang mahabesar’’ itu Lebih halus daripada yang terhalus, dan lebih
Luas daripada yang terluas. Belliau adalah Saksi abadi dan meliputi seluruh  alam Semesta
dalam bentuk atma, benih segala Ciptaan.

tidak seorang pun dapat menjelaskan proses keluarnya seekor burungdari telur dan pohon yang tumbuh dari sebutir
biji yang kecil sekali. Mungkin engkau menafsirkannya sesuai dengan
imajinasimu, tetapi interpretasi ini tidak benar.

Setetes air mengingatkan orang pada sungai gangga.
Mungkin orang berpikir bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara setetes air
dengan sungai gangga, tetapi perbedaan itu hanya terletak pada kuantitasnya.
Tetes-tetes air hujan terkumpul membentuk aliran air. Aliran air yang banyak
membentuk sungai. Akhirnya semua sungai menyatu dalam lautan. Jadi, kita dapat
menyimpulkan bahwa lautan itu tidak lain adalah kumpulan tetesan air. Tuhan
bersemayam baik ddalam tetesan air maupun dalam samudra yang amat luas.

Sepercik api berkembang menjadi kebakaran yang besar.
Dalam ciptaan ini kita melihat sesuatu yang tidak mencolok mata kemudian
berubah menjadi luar biasa besar. Kita dapat memahami adanya tuhan dalam segala
perubahan yang terjadi di dunia. Bila engkau inggin melihat tuhan, engkau dapat
melihat beliau dalam segala objek di alam semesta ini.

Pashyannapi cha na pashyati muudho.
‘Orang yang melihat, tetapi tidak melihat [ mengerti ] adalah orang yang bodoh’.

Sepanjang waktu engkau melihat tuhan,
namun, engkau merasa belum melihat beliau. Adakah yang lebih bodoh daripada
ini  siapa yang bertanggung jawab atas
kelahiran dan pertumbuhan manusia  engkau
mengira hal itu disebabkan oleh makanan, tetapi siapa yang telah menciptakan
makanan  jikakau selidiki terus seperti
ini, akhirnya engkau akan menyadari landasan utamanya.

Panas sinar matahari mengubah air laut
menjadi uap yang membentuk awan. Ketika tertiup angin, awan itu mulai tercurah
sebagai hujan. Tetesan air hujan terkumpul membentuk aliran air. Aliran ini
membentuk sungai yang akhirnya menyatu dengan lautan. Dengan demikian kita
lihat bahwa sungai-sungai yang timbul dari lautan, akhirnya menyatu kembali di
dalamnya. Inilah yang dikatakan oleh wedanta, ‘’wajarlah jika manusia kembali
ke tempat asalnya’’.

Manusia tidak berusaha memahami
kebenaran ini. Manusia tidak mengetahui tempat asalnya maupuntempat ttujuannya.
Apa yang akan terjadi dengan sepucuk surat yang tidak mempunyai alamat pengirim
ataupun alamat tujuan  surat itu akan
dimasukkan ke tempat khusus untuk surat-surat yang tidak dapat disampaikan. [
Sesandainya manusia itu diibaratkan dengan surat ], ia harus tahu alamat
pengirimnya, atau setidak-tidaknya alamat tujuannya. Namun, kini manusia tidak
mengetahui kedua-duanya. Bagaimana nasib orang semacam itu  ia terperangkap
dalam lingkaran kelahiran dan
kematian.

Punarapi jananam
punarapi maranam - ‘Lahir dan mati berkali-kali’.

Inikah yang seharusnya dilakukan
manusia  manusia sudah lahir dan mati
entah berapa kali, tetapi ia tidak mengetahui tempat asal ataupun tempat
tujuannya. Orang semacam itu dapat diibaratkan dsengan pencuri. Mengapa
demikian  ini sebuah contoh. Seorang
pencuri menjalani hukuman penjara selama tiga bulan. Setelah masa tiga bulan
itu berlalu, pimpinan penjara memberitahu agar ia mengemasi barangnya dan
bersiap-siap karena besok ia akan dibebaskan. Pencuri itu menjawab, ‘’ pak,
mengapa saya harus membawa barang-barang saya  biarlah disini saja, toh saya
akan segera kembali ke sini lagi’’. Ini
berarti ia tidak mau membuang kebiasaannya mencuri.

[ Keadaan ] manusia modern dapat dikatakan sama seperti
ini. Ia tidak mengetahui tempat yang harus ditujunya, tetapi ia tahu bahwa ia
akan lahir lagi. Ia tidak menyadari betapa berharganya lahir sebagai manusia.

Atma merupakan tempat asal manusia dan jugatempat
tujuannya. Setelah mencapai kelahiran sebagai manusia, ia harusmengetahui
kebenaran ini.

Yato
vaacho nivartante, Apraapya
manasaa saha.- ‘Perkataan
dan pikiran tidak mampu memahami tuhan.

Manusia dapat mencapai tuhan dengan
melakukan berbagai perbuatan yang berpahala. Perbuatan jahat akan
menjerumuskannya ke neraka. Manusia harus melakukan perbuatan yang baik dan
berkata dengan penuh keyakinan bahwa ia akan menuju surga. Orang semacam itu
disayangi
tuhan. Tuhan mengasihi orang yang memiliki keyakinan. Jika engkau tidak yakin
bahwa sipolan adalah ibumu, engkau tidak dapat mencintainya.

Di
mana ada keyakinan, di situ terdapat
Kasih.
Di
mana ada kasih, di situ terdapat
Kedamaian.
Di
mana ada kedamaian, di situ terdapat
Kebenaran.
Di
mana ada kebenaran, di situ terdapat
Kebahagiaan.
Di
mana ada kebahagiaan, di situlah tuhan
Berada.

Orang yang tidak memiliki keyakinan
tidak akan pernah dapat memahami tuhan.

Yad
bhaavan tad bhavati. - ‘Sebagaimana
pikirannya, maka demikianlah
Hasilnya’.

Bagaimana orang yang tidak memiliki
keyakinan pada dirinya sendiri dapat mempercayai orang lain  apa gunanya hidup
seseorang, jika ia tidak
dapat mempercayai siapa pun. Karena itu, yang pertama dan terpenting, tingkatkan
kepercayaan pada dirimu sendiri. Bila engkau mempunyai kepercayaan pada diri
sendiri, engkau akan mencintai masyarakat. Orang yang mencintai masyarakat akan
dikasihi tuhan. Jika engkau tidak mencintai masyarakat, bagaimana engkau dapat
berharap masyarakat akan mencintai engkau.

Bangunlah rumah gadang kehidupanmu
pada fondasi yang kuat yaitu kepercayaan pada diri sendiri. Pada fondasi
kepercayaan pada diri sendiri, engkau dapat mendirikan dinding kepuasan batin.
Pada dinding kepuasan batin, engkau dapat memasang atap pengorbanan diri. Hanya
setelah itulah engkau dapat menempuh hidup dengan kesadaran diri sejati.

Diri sejati adalah atma. Orang yang
tidak memiliki kepercayaan pada diri sendiri itu seperti thomas si peragu. Ia
tidak dapat mencapai apa pun dalam hidupnya. Engkau harus meningkatkan
keyakinan yang teguh. Di dunia modern  ini orang-orang telah kehilangan mata
keyakinan. Orang yang tidak
memiliki keyakinan dapat diibaratkan dengan orang yang buta.

Kini manusia mempercayai segala hal
yang dibacanya di surat-surat kabar. Semua berita itu hanya gangguan belaka.
Setiap orang menulis sesuai dengan perasaannya. Engkau harus mendengarkan
berita yang timbul dari lubuk hatimu dan memupuk hubungan dari hati ke hati
dengan tuhan. Dalam surat kabar ada hal-hal yang baik maupun buruk. Akan
tetapi, sebagian besar berita itu hanya ibarat angin lalu. Banyak orang
terpengaruh oleh berita-berita semacam itu yang menghancurkman hidupnya.

Janganlah engkau mencemari hatimu
dengan memperhatikan hal-hal yang tidak suci. Di mana pun engkau berada,
keselamatanmu akan terjamin, jika kau jaga agar hatimu selalu murni.

Sebagaimana telah kukatakan kepadamu
pada awalmu wacana ini, manusia tidak memerlukan harta yang sangat banyak untuk
menyambung hidupnya. Jika aneka keinginan dikendalikan, bahkan penghasilan
kecil pun sudah cukup untuk menempuh hidup bahagia. Akan tetapi, kini manusia
tidak berusaha mengendalikan indranya. Agar bahagia, engkau harus menggunakan
indramu dengan sepatutnya.

Untuk apa engkau dianugerahi mata  apakah untuk melihat apa saja dan
segala-galanya  tidak. Mata dianugerahkan
agar enngkau memperoleh penampakan tuhan. Tahukah engkau mengapa engkau
dianugerahi kaki  apakah untuk keluyuran
kian kemari  tidak. Kaki itu dimaksudkan
untuk berjalan mengelilingi tempat suci. [ Di india orang mempunyai kebiasaan
berjalan mengelilingi tempat-tempat suci menurut arah jarum jam agar dapat
memperoleh manfaat maksimal dari pancaran atau radiasinya ]. Tahukah engkau
mengapa tuhan menganugerahi telinga  apakah untuk mendengarkan gosip yang tidak
berguna  tidak. Telinga itu dimaksudkan untuk
mendengarkan kisah kemuliaan tuhan.

‘’Kini
orang-orang bersedia mendengarkan
gosip
yang tidak berguna, tetapi bila kisah
suci
tuhan dituturkan, telinga mereka
tersumbat.
Orang-orang tidak pernah bosan
nonton
bioskop,tetapi merasa sulit sekali
memusatkan
pandangannya semenit saja
pada
wujud tuhan yang indah’’.

Perlulah manusia mengerti mengapa
tuhan menganugerahinya anggota badan. Ia harus menggunakan indranya dengan
baik. Inilah saadhanaa yang dilakukan dan disebarluaskan oleh buddha.

Pada mulanya buddha mempelajari
berbagai kitab suci, menemui banyak orang-orang yang berjiwa mulia [ mahatma ],
dan mendengarkan wejangan mereka. Namun, semua kegiatan itu tidak memberikan
kebahagiaan yang didambakannya. Kemudian beliau menghentikan semua latihan itu
dan mulai menyelidiki apakah beliau menggunakan indranya dengan baik. Beliau
sadar bahwa semua latihan spiritual akan sia-sia saja, jika manusia tidak
menggunakan
indranya dengan sepatutnya.

Pertama-tama beliau meningkatkan
samyak drishti ‘pandangan yang baik dan suci’. Ini membuka jalan ke arah samyak
bhaavam I ‘perasaan yang baik dan suci’, samyak vaak ‘perkataan yang baik dan
suci’, samyak karma ‘perbuatan yang baik dan suci’,dan samyak jiivitam
‘kehidupan yang baik dan suci’. Latihan spiritual yang sejati terletak pada
pengendalian indra. Inilah ajaran utama buddha.

Di shirdi ada seorang bakta bernama
chandubai patel. Mahalsapati, chandolkar, dan chandubai patel, termasuk dalam
kelompok yang sama. Chandubai patel adalah bakta yang baik sekali, ia juga kaya
raya. Suatu kali ada seorang pengusaha yang datang untuk menemuinya. Pada waktu
itu chandubai patel sedang berdoadi ruang puja. Pengusaha itu harus menunggu
lama untuk menemuinya. Ketika akhirnya chandubai patel keluar dari ruang puja,
usahawan itu bertanya kepadanya, ‘’patel, anda mempunyai segala kesenangan dan
kemudahan. Anda sehat, kaya, dan diberkati dengan anak-anak yang baik. Anda
tidak kekurangan apa-apa. Jadi, mengapa anda berdoa kepada tuhan’’ chandubai
patel menjawab, ‘’saya berdoa kepada tuhan bukan untuk kesehatan, kekayaan, dan
harta. Mengapa saya harus berdoa memohon hal-hal yang telah saya miliki  saya
bukan orang yang bodoh untuk melakukan
hal itu. Saya berdoa kepada tuhan memohon hal yang tidak saya miliki’’. Karena
heran mendengar jawaban ini, usahawan itu bertanya, ‘’adakah sesuatu yang tidak
anda miliki’’ chandubai berkata, ‘’saya memiliki segala kesenangan dan
kemudahan, tetapi saya tidak memiliki kedamaian hati dan kebahagiaan jiwa.
Tuhan adalah perwujudan kedamaian. Hanyan beliaulah yang dapat menganugerahkan
kedamaian. Karena itu, saya berdoa kepada tuhan agar dianugerahi kedamaian dan
kebahagiaan jiwa’’.

Kejadian ini menyadarkan usahawan
tersebut. Manusia harus berdoa kepada tuhan agar di anugerahi sesuatu yang
tidak di milikinya. Ia mempunyai segala sesuatu kecuali kedamaian dan
kebahagiaan jiwa. Ia dapat mencapai apa saja dalam hidupnya, tetapi hanya
tuhanlah yang dapat menganugerahinya kedamaian dan kekebahagiaan jiwa. Usahawan
tersebut mengakui kebenaran ini.

Sekadarr mengulag-ulang nama tuhan
tidaklah cukup. Engkau harus ikut serta dalam pekerjaan beliau. Suatu kali
vibhiishana bertanya kepada hanumaan, ‘’saya mengasihi sri raama dengan sepenuh
hati dan mengidungkan nama beliau selama 24 jam sehari. Mengapa sejauh ini
beliau belum melimpahkan rahmat beliau kepada saya’’. Hanumaan menjawab, ‘’oh
orang yang bodoh, tidak diragukan lagi anda mengidungkan nama raama, tetapi
apakah
anda ikut serta dalam pekerjaan beliau  sudah hampir sepuluh bulan sejak siitaa
dibawa ke langka. Adakah usaha
yang anda lakukan untuk membebaskannya’’. Mendengar nasihat hanumaan,
vibhiishana menemui raama dan mempersembahkan diri untuk mengabdi beliau.
Selain mengulang-ulang nama tuhan, engkau harus ikut serta dalam kegiatan
pelayanan.

Chandubai patel sebagai bakta baba
yang penuh sdemangat, sering berkunjung ke shirdi. Ia biasa membagikan makanan
kepada orang banyak dengan perasaan bahwa baba ada di dalam semuanya.

Iishvara sarva bhuutanam - ‘Tuhan
bersemayam dalam segala makhluk’
ia bahkan biasa membagikan makanan
kepada anjing-anjing. Tuhan ada sekalipun dalam seekor anjing. Orang yang
memiliki pandangan batin akan melihat tuhan biarpun di dalam seekor anjing.
Melihat anjing hanya sebagai anjing merupakan maya. Melihat tuhan di dalam
anjing merupakan moksa. Chandubai patel dapat melihat baba dalam segala
makhluk. Sedemikianlah keyakinan dan baktinya kepada baba.

Nana juga bakta baba yang sangat baik.
Ia menganggap baba sebagai hidupnya sendiri. Namun, ia memiliki tanggung jawab
tertentu dalam keluarganya. Shirdi baba telah memberitahu nana agar ia tetap
tinggal bersama keluarganya dan melaksanakan kewajiban serta tanggung jawabnya.

Pada suatu hari menantu perempuannya
yang hamil tua merasa sakit hendak bersalin. Nana berdoa dengan sepenuh hat
ikepada baba mohon perlindungan bagi menantunya. Ia tidak dapat meninggalkan
wanita itu dan pergi ke shirdi karena ia adalah satu-satunya pria dalam
keluarganya. Ia berdoa, ‘’baba, swamilah satu-satunya perlindungan kami’’. Baba
mendengar doanya. Beliau segera memanggil salah satu bakta beliau, memberinya
vibhuti, dan memberitahu agar ia pergi serta menyerahkan abu suci itu kepada
nana.

Secara normal akan diperlakukan waktu
setengah hari untuk mencapai desa tempat tinggal nana. Akan tetapi, dengan
kehendak beliau yang bersifat ketuhanan, baba membuat hal itu berlangsung
dengan cepat. Ketika orang itu tiba didesa nana, sebuah tongga ‘andong atau
kereta
yang ditarik kuda’ sudah menantinya. Dengan tongga itu ia pergi kt rumah nana.

Ia memberitahu nana, ‘’baba mengutus
saya ke sini’’. Beliau memberikan prashadam ‘makanan yang sudah diberkati’ ini
untuk menantu perempuan anda’’. Bukan main senangnya nana. Segera dimasukkannya
prashadam abu suci itu ke dalam air minum dan diberikannya kepada menantu
perempuannya. Dalam waktu semenit wanita itu melahirkan bayi laki-laki.

Ketika nana keluar untuk melihat,
ternyata tongga dan kusirnya sudah tidak ada. Ia pergi mencarinya diseluruh
desa, tetapi tidak dapat menemukannya. Kemudian ia sadar bahwa ini merupakan
permainan baba. Dinamainya cucu lelakinya itu ‘baba’. Baba melakonkan berbagai
drama semacam itu untuk menyelamatkan bakta beliau. Baba adalah aktor terbaik
dalam setiap drama.

Cara-cara
tuhan itu misterius. Pada suatu hari ketika kasturi, lokhanatham, dan surayya
berada disamping-ku, tiba-tiba aku meninggalkan tubuh-ku.

Mereka
adalah bakta yang penuh semangat dan percaya sepenuhnya kepada-ku. Setiap hari
mereka biasa menyertai aku hingga aku beristirahat pada malam hari. Ketika aku
meninggalkan raga, mereka mulai menitikkan air mata. Lokanatham bersujud
dikaki-ku dan mulai menangis sedih. Namun, kasturi mengerti bahwa aku sedang
pergi kesuatu tempat untuk menanggapi doa seorang bakta. Karena itu, ia
membesarkan hati mereka dengan berkata,’jangan menangis. Bahkan kalian harus
senang dengan kejadian ini. Pasti ada orang yang menangis [mohon pertolongan]
entah dimana.swami telah pergi untuk menghapus air mata bakta beliau.’

Setelah dua jam, aku kembali ketubuh-ku. Kemudian
kasturi mohon kepada-ku, ‘swami, kami tidak berhak mencegah swami pergi
menyelamatkan bakta swami. Tetapi, jika swami pergi, tolong jangan tinggalkan
badan swami seperti ini. Sebenarnya swami tidak perlu meninggalkan badan swami
dan pergi. Swami dapat tetap disini menyelamatkan bakta swami di seluruh dunia.
‘hari itu aku berjanji kepada kasturi dan surayya bahwa aku akan berbuat sesuai
dengan permohonan mereka. Kukatakan kepada mereka bahwa jika diperlukan mungkin
aku akan pergi meninggalkan tubuh-ku, tetapi akan tetap ada kehidupan dalam
badan-ku. Aku akan menepati janji-ku hingga hari ini. Peristiwa misterius
semacam itu sering berlangsung.

Di
ketiga loka ini kisah [permainan] tuhanlah yang paling menakjubkan dan suci.
Kisah itu bagaikan sabit yang memotong tanaman merambat perbudakan [pada aneka
keinginan dan kelekatan] duniawi

Tidak mungkinlah melukiskan kemuliaan tuhan.

Wedamenyatakan bahwa tuhan ada
dalam bentuk hakikat [rasa] di dalam setiap makhluk. Tanpa hakikat tuhan atau
rasa ini, manusia menjadi lemah niirasa. Orang yang menyadari ketuhanan yang
laten di dalam dirinya, tidak memerlukan pertolongan siapapun. Orang yang tidak
memiliki keyakinan ini menginginkan pertolongan orang lain. Tidak ada gunanya
menolong orang semacam itu. Itu ibarat menghias mayat.

Engkau harus memiliki kepercayaan yang teguh kepada
tuhan. Karena keyakinan semacam itulah, maka savitri dapat menghidupkan kembali
suaminya yang telah meninggal, chandramatii dapat memadamkan kebakaran hutan,
siita dapat keluar dari kobaran api tanpa terluka, dan damayantii dapat
mengubah pemburu yang jahat menjadi abu. Semua wanita yang setia kepada
suaminya dan berbudi luhur ini adalah putri bhaarat.

Sejak jaman dahulu bhaarat telah menjadi guru bagi
seluruh dunia.setelah lahir dan dibesarkan di negeri sesuci itu, sungguh
memalukan, jika bhaaratiiya ‘para putra bhaarat’ tidak mengetahui dan
tidak mengikuti kebudayaan mereka yang mulia.

Kini kelakuan sejumlah putra bhaarat bertentangan dengan
kebudayaan mereka. Mereka bertingkah laku seperti unggas dan hewan. Bagaimana
orang semacam itu dapat mencapai tuhan. Kini kelakuan manusia lebih buruk
daripada kelakuan binatang dan iblis.

Dalam ceramah sebelum ini, srinivas menyebut nama mahishaasura
mardhini ‘yang menghabisi iblis mahishaasura’. Kini kita menjumpai
banyak manishaasura ‘iblis dalam wujud manusia’. Manishi ‘manusia’bertingkah
laku seperti asura ‘iblis’. Mahishaasura mardhini adalah orang yang membinasakan
sifat-sifat iblis dalam dirinya sendiri dan berusaha meningkaatkan sifat-sifat
ketuhanan.

Salam kasih
Kalian tidak mengerti betapa sucinya sejarah bhaarat.
Kalau kalian tidak tahu, bertanyalah kepada-ku, akan kujelaskan, tidak hanya
artinya yang akan kujelaskan, tetapi aku juga akan menolong kalian. Namun,
tidak seorang pun bersedia mengajukan pertanyaan. Para mahasiswa membaca
seperti mesin, tanpa dipikirkan, dan mereka mempelajari berbagai hal dengan
menghafal. Mereka yang disebut sebagai orang terpelajar pun melakukan hal yang
sama. Apa gunanya memperoleh berbagai gelar, jika engkau tidak mampu memahami
hal-hal yang sederhana, mereka tidak berusaha mengetahui sifat-sifat ketuhanan
yang merupakan pembawaannya. Hanya orang yang memahami ketuhanannya dan
bertindak sesuai dengan pengertian itu dapat disebut manusia sejati. Buanglah
sifat-sifat kebinatangan dan sifat iblis dari dalam dirimu. Tingkatkan
kemurnian dan sifat ketuhanan. Kasih adalah dasar semua keutamaan ini.

Disarikan dari wacana Bhagawan  Shri Sathya Sai Baba pada hari ke-5 perayaan
dasara di Pendapa Sai Kulwant, Prashanti Nilayam, 24 oktober 2001.

Jay Shri Ram

shri danu

sources: HDnet