Bebas disini, saat ini, dan selama-lamanya.

547 - 548. “Saat gerhana, matahari seakan-akan ditelan bayang-bayang gelap,
dan disangka memang demikian oleh mereka yang tak mengerti hukum alam.
Demikian pula halnya orang-orang bodoh yang menganggap —bahkan orang suci
nan agung yang telah memahami Tuhan dan tak terbelenggu lagi oleh tubuh dan
yang lainnya itu sekalipun— sebagai masih terkungkung dalam jasmani, hanya
lantaran masih terlihat demikian oleh mereka.

549. “Layaknya kulit luar seekor ular —yang telah berganti kulit— tampak
bergerak-gerak oleh tiupan angin, beliau yang telah melepas belenggu jasad
masih tampak bergerak kesana dan kemari digerakkan oleh tiupan daya-vital.

550. “Dan layaknya sebatang kayu timbul dan tenggelam dihanyutkan oleh air
sungai, demikianlah jasad beliau dibawa oleh kekuatan alam [*daivena*]
melewati
satu kenikmatan dan kenikmatan lainnya hingga habis jangka-waktunya di dunia
ini.”
*======================================
Dimana ada itikad baik, ada Kemuliaan, ada Kemurnian,
ada Kasih, ada Kesujatian, akan ada Tuhan.
Beliau tak tergantung pada kitab-kitab suci,
orang-orang suci ataupun tempat atau tanah suci manapun.
Beliau tak bisa dibatasi oleh ciptaan-Nya.

~anonymous 171201.