KELIMA UNSUR ALAM ADALAH WUJUD TUHAN

(FIVE ELEMENTS- THE FORM OF DIVINITY)

WACANA BHAGAWAN SRI SATHYA SAI BABA

Dapat dikatakan bahwa hati manusia melambangkan peryataan weda, ‘’ raso vai saha, ‘’ tuhan ada dalam bentuk hakikat’, jika manusia dapat melupakan segala kecemasannya dan tetap riang, walaupun ambisi dan keinginannya tidak terpenuhi.

Perwujudan kasih.

Setiap orang berkata bahwa tuhan bertanggung jawab atas penciptaan, pemeliharaan, dan pembinasaan dunia. Dalam wujud apakah tuhan berfungsi ketika melaksanakan ketiga kegiatan ini. Kelima unsur alam [tanah, air, udara, api, dan eter] merupakan wujud tuhan. Tiada apapun yang ada tanpa kelima unsur ini. Tuhan tidak mempunyai nama atau wujud tunggal. Kelima unsur alam merupakan (perwujudan] tuhan).

Ambillah tanah sebagai contoh. Segala kemampuan yang terkandung dalam ciptaan, ada secara laten di dalam [unsur] tanah. Bumi tidak dapat dilukiskan dengan gambar yang sederhana karena ada berbagai hal pada permukaannya seperti misalnya ; pegunungan, perbukitan, sungai, lautan, pedesaan, dan sebagainya. Akibatnya, bumi itu berat sekali.

Para ilmuwan menyatakan bahwa bumi itu berputar. Jika demikian, wajarlah kalau orang berfikir bahwa segala hal yang ada diatas bumi juga merasakan perputaran itu. Meskipun demikian, tidak demikian halnya.bumi memiliki kemampuan untuk menjaga agar semuanya tetap stabil, mantap, dan kokoh. Bayangkan, betapa akan menyedihkan keadaan penumpang kereta api, seandainya rel kereta apinya bergerak bersama dengan keretanya.

Bumi mengandung segenap kemampuan dan bahan yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia serta semua makhluk lain. Ibu bumilah yang merupakan perwujudan segala kemampuan yang melindungi dan memelihara semua makhluk. Alam merupakan landasan utama untuk segala usaha manusia. Jika bumi tidak bergerak, segenap ciptaan akan berakhir.

Selama puluhan juta tahun yang terakhir, bumi telah mengalami berbagai perubahan yang menyebabkan permukaannya naik dan turun di berbagai tempat. Pada mulanya permukaan bumi itu rata. Kemudian hujan tercurah terus menerus selama puluhan juta tahun. Ini membuat permukaan bumi menjadi tidak rata dan menyebabkan terbentuknya samudra. Sebelum itu, tidak ada bentuk-bentuk perbedaan yang menyolok pada permukaann bumi.

Di bumi ini air ada dimana-mana. Meskipun demikian, ia tampak jelas dalam sungai-sungai, lautan, dan dalam tubuh manusia. Keringat memperlihatkan adanya air dalam badan manusia. Tanpa air dalam tubuhnya, manusia tidak dapat hidup sedetikpun. Air menopang kehidupan.

Unsur ketiga adalah api. Ini pun dimaksudkan untuk menopang dan memelihara kehidupan. Unsur api mempertahankan suhu tubuh manusia pada 37 derajat celcius dan ini penting untuk kesehatan. Selain itu, api juga ada dalam bentuk jatharagni ‘api pencernaan’ dalam tubuh manusia. Api juga terkandung dalam bebatuan dan akan tampak jika dua batu dibenturkan satu sama lain. Bahkan dalam pepohonan pun engkau dapat melihat adanya api. Jika dua cabang saling bergesek, akan timbul api. Bahkan di lautan pun terdapat api yang disebut badabagni.

Unsur keempat adalah udara. Ini merupakan [kebutuh-an] hidup segala makhluk. Udara tidak terbatas disuatu tempat tertentu dan memenuhi segala sesuatu. Unsur kelima adalah aakasha’eter’ dan disebut shabda brahman. Dari unsur ini timbul tanah, air, api, dan udara. Kelima unsur ini memenuhi seluruh dunia dan mereka melindungi serta menopang kehidupan. Sesungguhnya mereka adalah [perwujudan] tuhan. Karena tidak mampu memahami kebenaran ini, manusia mengira bahwa ia dilindungi dan dipelihara oleh tuhan yang menurut anggapannya mempunyai suatu wujud tertentu dan tinggal di suatu tempat yang jauh. Sejumlah orang menyatakan bahwa tuhan memenuhi segala sesuatu, tetapi tidak terlihat. Ini hanya imajinasi mereka, bukan kenyataan yang sebenarnya.

Untuk menyadari dan menghayati tuhan, budha melakukan berbagai latihan rohani. Beliau mempelajari kitab-kitab suci, menemui tokoh-tokoh yang berilmu, dan mendengarkan wejangan mereka, tetapi beliau tidak merasa puas. Akhirnya beliau sampai pada kesimpulan bahwa kelima unsur alam merupakan wujud tuhan. Kelima unsur ini dalam bentuk yang halus ada dalam segala makhluk.

Orang-orang kita zaman dahulu menyebut aakasha sebagai atma.

Aakaasham gaganam shuunyam. – ‘angkasa itu tidak terbatas dan tidak berwujud’

atma tidak mempunyai wujud tertentu.

Buddha mengerahkan segenap kemampuan beliau untuk menghayati atma. Beliau memalingkan pandangan kedalam batin dan menyelidiki sifat atma. Akhirnya beliau mendapat penampakan kecemerlangan atma. Kecemerlangan merupakan salah satu aspek api. Itulah sebabnya atma disebut jyotih swaruupa ‘perwujudan cahaya’. Seharusnya engkau merenungkan tuhan dalam bentuk cahaya.

Buddha memperhatikan banyak sekali perbedaan dan sifat keduniawian dalam kehidupan orang-orang. Mereka saling mengecam, memuji, atau menghormati. Buddha memperhatikan hal ini dan bertanya kepada dirinya sendiri. Siapa yang mengecam dan siapa yang dikecam. Siapa yang memuja dan siapa yang dipuja. Ketika melakukan penyelidikan seperti ini, beliau dapat melihat kesatuan dalam keanekaragaman. Kecenderungan buruk seperti kemarahan, iri hati, kebencian, dan sebagainya berkembang dalam diri manusia karena ia mengabaikan kemanunggalan dan hanya melihat keanekaragaman. Sesungguhnya tidak ada keanekaragaman.

Ekaatmaa sarvabhuutaantaraatmaa. - ‘atma yang esa ada dalam semua mahluk’

di dunia ini hanya ada satu kekuasaan yang maha dasyat. Hal ini juga diketahui dan dirasakan oleh Einstein. Kemampuan tuhan ini tidak mempunyai [suatu]wujud tertentu seperti benda atau makhluk, tetapi meliputi seluruh ciptaan. Dari kemampuan tuhan ini timbulah segala kemampuan lain dengan berbagai nama dan wujud. Hanya ada satu kekuasaan yaitu atma. Atma yang esa ini ada dalam orang yang menuduh dan orang yang dituduh, orang yang memuja dan yang dipuja. Orang yang menyadari prinsip kemanunggalan ini tidak akan pernah membiarkan rasa marah atau iri timbul dalam dirinya. Buddha mengajarkan bahwa manusia hanya dapat membuang sifat-sifat jahat, jika ia menyadari prinsip kemanunggalan.

Ada berbagai perbedaan dalam badan dan pikiran, tetapi atma dalam semua makhluk itu sama. Sifat-sifat buruk seperti; ego, kemarahan, iri hati, suka membanggakan diri, dan sebagainya., timbul karena kelekatan pada tubuh. Karena itu, engkau harus membuang kelekatanmu pada tubuh.

Buddha adalah seorang pangeran. Beliau tidak kekurangan uang, kesenangan dan kemudahan, meskipun demikian beliau bersedia menempuh hidup sebagai seorang pertapa karena beliau telah membuang kelekatan pada tubuh.

Bhikshaannam deharakshaartham, Vastram shiita nivaaranam – ‘makanan diperlukan untuk memelihara badan dan pakaian dimaksudkan untuk melindungi tubuh dari rasa dingin’.

Prinsip atma itu sama baik pada orang kaya maupun orang miskin. Jika prinsip kemanunggalan ini telah kausadari, engkau [atau kesadaran
kita,keterangan
penerjemah] akan manunggal dengan tuhan. Itulah sebabnya upanishad menasihati manusia agar meningkatkan semangat kemanunggalan.

Ekam sat vipraah bahudhaa vadanti -‘kebenaran itu satu, tetapi para cendikiawan menyebutnya dengan berbagai nama’.

Tuhan merupakan perwujudan sat, cit, aananda. Sat adalah hal yang tidak berubah. Cit merupakan kesadaran yang menolong manusia mengetahui kebenaran. Jika sat dan cit bergabung, timbullah aananda ‘kebahagiaan jiwa’. Kebahagiaan jiwa ini tidak hanya ada dalam diri manusia, tetapi juga ada dalam unggas, margasatwa, dan serangga. Segala sifat yang ada dalam diri manusia juga ada dalam makhluk lain. Meskipun demikian,mereka tidak mampu mengungkapkan perasaannya karena mereka tidak mengetahui bahasa manusia. Walaupun atma itu satu dan sama, bahasa dan wujud berbeda-beda. Manusia terpengaruh oleh aneka perbedaan ini dan melupakan kemanunggalannya..

Selama manusia tenggelam dalam bhrama ‘khayal atau delusi’, ia tidak dapat mencapai brahma ‘tuhan’. Agar dapat mengatasi khayal ini, manusia harus memahami prinsip kelima unsur alam. Manusia yang memahami asas kelima unsur ini akan menyadari kemanunggalan yang mendasari semuanya.

Tuhan merupakan perwujudan kelima unsur alam. Beliau tidak mempunyai nama atau wujud tertentu. Namun, berlandaskan kitab-kitab suci dan pengalaman mereka sendiri, para cendekiawan menyatakan,

daivam maanusha ruupena.-‘ Tuhanlah yang mengambil wujud manusia ini.’

Weda menyatakan,

‘sahasra shiirshaa purushah sahasraakshah sahasra paad.’- ‘tuhan memiliki seribu kepala, seribu tangan, dan seribu kaki.’

Ini tidak berarti bahwa tuhan adalah seseorang yang mempunyai seribu kepala, mata, dan kaki. Ini hanya berarti bahwa semua kepala, mata, dan kaki adalah milik beliau.

Nama dan wujud apa pun yang dianggap sebagai nama dan wujud tuhan, hanya didasarkan pada imajinasi dan lukisan seniman. Hal ini tidak berhubungan dengan kenyataa. Orang yang melukiskan tuhan dalam berbagai wujud adalah pelukis [ravi
varma], dan orang yang menggambarkan beliau dengan berbagai cara adalah penyair [kavi
varma]. Karena pelukis dan penyairlah maka timbul berbagai perbedaan. Janganlah engkau mengikuti apa yang dibayangkan oleh pelukis atau dikatakan oleh penyair.

Manusia harus membuang kelekatannya pada tubuh dan meningkatkan kelekatan pada atma. Hanya dengan demikianlah ia dapat menyadari kebenaran.

Perwujudan kasih.

Kelima unsur alam ini penting dan diperlukan untuk kehidupan manusia.tidak mungkin ada kehidupan, jika salah satu dari kelima unsur alam ini tidak ada.manusia harus menghormati kelima unsur ini agar dapat mengetahui tuhan. Menghormati kelima unsur alam sama dengan menghormati tuhan. Engkau harus menggunakan kelima unsur ini hanya sebanyak yang diperlukan. Jika engkau memboroskan, menyia-nyiakan, atau menyalahgunakannya, itu sama saja dengan menyalahgunakan kemampuan tuhan. Misalnya saja, jika tidak perlu, jangan kaubiarkan kipas atau lampu menyala karena itu sama dengan menyalahgunakan kekuatan tuhan. Orang yang menyalahgunakan kelima unsur alam itu berbuat dosa.

Sebab utama penderitaan dan kesengsaraanmanusia yaitu ia menyalahgunakan kelima unsur alam. Jika engkau sudah menyadari bahwa unsur-unsur tersebut merupakan wujud tuhan, engkau akan menggunakannya dengan baik.

Ada puluhan juta sel dalam tubuh manusia. Setiap sel sarat dengan ketuhanan. Lidah mempunyai tiga puluh juta saraf perasa dan ada ratusan ribu berkas cahaya dalam mata kita. Semua ini memperlihaatkan kebesaran dan kemuliaan tuhan. Ada dikatakan, ‘tuhan bersinar dengan kecemerlangan puluhan juta matahari.’ Ini dapat dipahami secara sederhana. Disini kau lihat banyak lampu menyala. Akan tetapi, jangan kau lihat lampu itu dengan mata terbuka lebar. Matamu harus setengah terpejam. Jika hal ini kau lakukan, engkau akan melihat berkas-berkas cahaya yang memancar. Berkas-berkas cahaya ini tak lain adalah cerminan [refleksi] api, pantulan, reaksi, dan gema ketuhanan dapat dilihat dan dikenali dalam kelima unsur alam.

Aku telah menjelaskan semua ini dalam istilah-istilah ilmiah demi kepentingan para pelajar dan mahasiswa yang hadir disini. Dalam ilmu pengetahuan modern akan kau dapati bahwa tuhan sama sekali tidak disebut ataupun disinggung. Para ilmuwan beranggapan bahwa berbicara tentang tuhan itu menurunkan martabat mereka. Mereka menyanjung-nyanjung kemampuan cahaya, panas, laser, dan sebagainya. Sesungguhnya semua ini berasal dari kekuatan magnetis tuhan. Hal ini diakui oleh newton. Ia adalah ilmuwan hebat dan orang pertama yang mengungkapkan daya tarik bumi. Kemampuan [magnetis] ini tidak terbatas pada suatu tempat tertentu, tetapi ada disegala tempat. Inilah kemampuan tuhan, kemampuan atma.

Kemampuan atma ini disebut kesadaran dan dari kesadaran inilah timbul suara hati. Kesadaran meliputi segala sesuatu. Sebagaimana aliran listrik ada dalam setiap bola lampu, kesadaran ada dalam setiap tubuh dalam bentuk hati nurani.

Udara meliputi segala sesuatu, tetapi engkau tidak dapat melihat atau memegangnya, udara tidak berwujud, tetapi mengambil wujud balon, jika balon itu diisi dengan udara. Udara yang meliputi segala sesuatu ini dapat dibandingkan dengan kesadaran [semesta], dan udara didalam balon dapat dibandingkan dengan hati nurani. Sebagaimana engkau dapat meniup terus balon itu hingga pecah dan udara di dalam balon menyatu dengan udara diluar, demikian pula hati nurani menyatu dengan kesadaran [semesta], jika maanusia dapat mengatasi kelekatannya pada tubuh. Karena kelekatan pada tubuh, kemampuan kehendak manusia menjadi terbatas. Hanya tuhanlah yang memiliki kehendak bebas.

Newton menyatakan bahwa sifat daya tarik ini tidak berubah, tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. Einstein juga seorang ilmuwan besar, tetapi tidak egoistis seperti ilmuwan biasa. Ia selalu memikirkan tuhan. Suatu kali sejumlah orang india mengunjungi einstein. Ia mengajak mereka keruang bacanya.mereka heran sekali ketika mendapati banyak kitab suci seperti upanishad dan bhagawad gita di rak bukunya. Cendekiawan sehebat einstein mempunyai kepercayaan dan rasa hormat yang besar pada bhagawad gita dan kitab-kitab suci lain.

Para cendekiawan modern hanya mengetahui bagian yang sangat kecil dari kenyataan, tetapi mereka menyombongkan diri seakan-akan mereka mengetahui segala-galanya. Begitu mendapat gelar ph.d. [s3] mereka merasa diri hebat sekali. Ilmuwan sejati adalah orang yang tidak mempunyai rasa keakuan dan rasa sombong.

Ilmuwan modern hanya mengetahui sedikit sekali dan penyelidikan serta penemuan mereka didasarkan pada pertanyaan, ‘apakah ini’ meskipun demikian, cendekiawan besar masa lampau mencari keterangan dan menyelidiki, ‘apakah itu’ ‘ini’ berkaitan dengan apa saja yang dekat dengan indra, sedangkan ‘itu’ menunjukan tuhan yang melampaui indra. Ilmu pengetahuan berada dibawah indra, sedangkan spiritualitas melampaui indra.

Orang-orang mengira bahwa seorang ilmuwan mengetahui segala sesuatu. Sesungguhnya, seorang ilmuwan yang tidak memiliki kerendahan hati dan keyakinan kepada tuhan, pengetahuannya kurang daripada anak sd. Orang yang tidak memiliki keyakinan sama sekali, bukan seorang ilmuwan. Dalam beberapa hal ia bahkan lebih rendah daripada binatang.

Perwujudan kasih.

Tuhanlah yang mendasari ilmu pengetahuan dan kerohanian. Segala energi terpendam dalam diri manusia dan mempunyai potensi untuk tampil. Energi itu berasal dari makanan yang dimakannya. Asam dan jeruk nipis yang mengandung banyak keasaman. Jika dimakan dalam jumlah yang terbatas, mereka menguatkan badan. Akan tetapi, jika dimakan secara berlebih-lebihan akan merugikan kesehatan.

Kitab-kitab upanishad memberikan banyak ajaran yang suci kepada manusia. Ajaran ini mendekatkan manusia kepada tuhan. Upa berarti ‘dekat’, ni berarti ‘bawah’ shad berarti ‘duduk’. Sebagai murid, seseorang tidak boleh duduk setingkat dengan guru. Murid juga tidak boleh duduk terlalu jauh dari guru karena beliau berbicara dengan lembut. Karena itu, duduklah dekat pada beliau dengan patuh dan terima ajaran beliau. Inilah arti kata upanishad. Setiap huruf, kata, dan kalimat kitab upanishad mengandung arti mendalam yang tidak dapat dicari di kamus.

Suatu kali di istana krishnadevaraya diselenggarakan perdebatan yang diikuti oleh delapan cendekiawan istana. Mereka terkenal sebagai ashta diggaja ‘delapan gajah yang menjaga kedelapan penjuru angin’. Di antara mereka terdapat allasani peddanna, nandi thimmanna, raamaraaja bhushanudu, tenali raamakrishnudu. Peddanna mengajukan berbagai pertanyaan dan raamaraaja bhushanudu menjawabnya lengkap dengan arti dan tafsirannya. Raamakrishnudu memperhatikan acara ini dengan tenang.

Krishnadevaraya ingin tahu, siapa yang terbaik dari antara mereka. Beliau menghendaki agar mereka membuat sebuah kalimat bermakna yang terdiri dari lima huruf dan setiap huruf mempunyai arti yang sama dalam lima bahasa yang berbeda. ‘siapa yang dapat memberikan jawaban besok pukul tujuh lagi, akan diberi hadiah yang sesuai,’ demikian beliau tambahkan.

Karena tempat tinggal raamakrishna jauh letaknya, ia memutuskan akan bermalam di rumah saudara iparnya. Sebuah tempat tidur yang nyaman disiapkan baginya, tetapi ia tidak mau tidur disitu. Ia berkata, ‘saya harus memikirkan jawaban pertanyaan yang diajukan raja untuk besok pagi. Tempat tidur seperti ini pasti akan membuat saya segera terlelap. Karena itu, berilah saya sebuah balai-balai di kandang sapi.’

Ketika ia sedang berbaring di dipan itu, salah seekor lembu betina disitu melahirkan anak. Raamakrishna memanggil saudara iparnya memberitahukan hal ini. Saudara iparnya ingin tahu sapi yang mana yang telah melahirkan karena hewan itu telah diberinya aneka nama yang berbeda seperti misalnya; parvati, lakshmi, saraswati, dan sebagainya. Ia bertanya kepada raamakrishna, ‘ye aav ra bava’ sapi yang mana itu, oh saudara ipar. Ketika mendengar ini, raamakrishna senang sekali karena ia telah menemukan jawaban pertanyaan raja. Diulangnya kalimat itu berkali-kali. Saudara iparnya mengira raamakrishna bertingkah laku aneh seperti itu karena kurang tidur.

Keesokan harinya raakrishna pergi ke istana raja dan mendapati bahwa tidak seorang pun menemukan jawab pertanyaan itu. Semuanya yakin bahwa tidak mungkinlah membuat kalimat semacam itu. Raamakrishna memuja tuhan sebagai ibu jagatraya. Ia berkata kepada raja bahwa dengan berkat ibu jagatraya, ia telah menemukan jawaban pertanyaan itu. ‘ye aav ra ba va,’ itulah jawabnya, demikian katanya. Semua yang hadir merasa bingung. Kemudian raamakrishna menjelaskan, ‘ye, dalam bahasa marati, aav, dalam bahasa hindi, ra, dalam bahasa telugu, ba dalam bahasa kannada, dan va dalam bahasa tamil, mempunyai arti yang sama yaitu datanglah.’ Lima bahasa diwakili dalam kalimat ini. Malam sebelumnya raamakrishna merenungkan ibu jagatraya dengan tiada putusnya. Karena kecerdasannya dengan rahmat tuhanlah, maka ia menemukan jawaban itu.

Kelima unsur alam berhubungan dengan kelima prinsip kehidupan yaitu; praana, apaana, vyaana, udaana, dan samaana yang ada dalam setiap makhluk. Asas kehidupan ini meliputi seluruh ciptaan dari chiima ‘semut’ hingga brahma ‘sang pencipta’. Proses memanggil prinsip kehidupan ini disebut praanopaasanaa [atau praanapratishthaa].

Daya hidup ini merupakan landasan yang menopang segala makhluk hidup. Selama ada kehidupan didalam tubuh, tubuh itu shivam ‘membawa harapan baik’. Jika hidup sudah meninggalkan badan, tubuh itu menjadi savam ‘jenazah’. Hidup ditopang oleh kelima unsur alam. Karena itu, manusia harus memuja kelima unsur ini.

Buluh yang berbeda-beda dalam harmonium menimbulakan nada suara yang berlainan; sa, ri, ga, ma, pa, da, ni. Udara merupakan dasar bagi semua nada suara ini. Demikian pula ada satu kemampuan dasar dan segenap ciptaan timbul dari situ.

Shangkaraacharya menyelidiki sifat kemampuan dasar utama ini dan melukiskannya sebagai shabda brahmamayi, charaacharamayi, jyotirmayi, vaaangmayi, nityaanandamayi, paraatparamayi, maayaammaayi, dan shriimayi. ‘tuhan adalah suara premordial, beliau adalah segala yang bergerak dan lebam, beliau adalah kecemerlangan, kemampuan bicara, kebahagiaan kekal, beliau yang maha kuasa dan abadi, beliau adalah kemampuan maya, beliau adalah keselamatan.

Suara merupaka prinsip utama tuhan. Suara meliputi seluruh alam semesta. Itulah sebabnya tuhan disanjung sebagai charaachara mayi. Kemampuan tuhan ini ada dalam hati kita, diungkapkan dalam bentuk kemampuan bicara, dan disebut vaang mayi.

Orang-orang berbicara mengenai tritunggal suci; brahma, wishnu, dan maheswara, tetapi tidak ada orang yang telah melihat mereka. Wujud yang dianggap sebagai wujud tritunggal itu didasarkan pada lukisan seniman dan tidak sesuai dengan kenyataan. Sesungguhnya trinitas; brahma, wishnu, dan maheswara masing-masing mewakili ibu, ayah, dan guru. Sebagaimana brahma menciptakan segala sesuatu, ibu melahirkan anak-anak. Ayah mengurus anak-anak itu, mendidik mereka, dan bertanggung jawab atas pemeliharaan mereka. Karena itu, ayah melambangkan aspek wishnu. Guru melambangkan maheswara karana beliau memusnahkan kebodohan dan menganugerahkan kebijaksanaan. Itulah sebabnya weda menyatakan, ‘matru devo bhava, pitru devo bhava, aachaarya devo bhava,’hormati ibu, ayah, dan gurumu sebagai tuhan atau sebagai wujud tuhan yang kasat mata’. Dengan cara ini orang-orang kita zaman bahela mengajarkan dan menyebarluaskan berbagai aspek sifat ketuhanan.

Engkau harus meyakini pengalamanmu sendiri dan tidak terpengaruh oleh pendapat atau pandangan orang-orang lain. Pandangan orang yang didasarkan pada perasaannya dan setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda.

Sai mengatakan,’ya,’ kepada mereka yang berkata ‘ya,’ kepada beliau, dan mengatakan, ‘tidak,’ kepada mereka yang berkata,’tidak.’ya dan tidak berkaitan dengan perasaan seseorang, tetapi bagi sai segalana adalah ya,ya,ya. [puisi bahasa telugu]

Tuhan selalu berkata ya pada nilai-nilai sosial [saanghika], kebudayaan [saamskritika], dan nilai-nilai yang abadi [sanaatana].

Segala hal yang berkaitan dengan dunia itu pasti akan berubah. Apa gunanya menaruh kepercayaannya pada tuhan dan merenungkan beliau karena tuhan itu tidak berubah dan abadi. Akan tetapi, orang yang bodoh tidak memahami cara-cara tuhan. Mereka salah menafsirkannya dan berbicara sesuka hatinya. Perkataan orang semacam itu jangan kauhiraukan. Manusia pasti akan hancur, jika ia bergaul dengan orang-orang jahat semacam itu. Karenaitu, ada dikatakan, dan siang malam lakukan perbuatan yang berpahala.

Tyaja durjana-samsargam,

Bhaja saadhu-samaagamam,

Kuru punyam ahoraatram.

Jauhkan dirimu dari teman-teman yang tidak baik, bergaulah dengan teman-teman yang baik, dan siang malam lakukan perbuatan yang berpahala.

Tidak cukup jika engkau hanya menjauhkan dirimu dari teman-teman yang tidak baik. Engkau harus bergaul dengan teman-teman yang baik. Dalam kata satsangha ‘pergaulan yang baik’, sat menunjukan hal yang tidak berubah yaitu tuhan.

Gula memberikan rasa manis pada apa pun yang dicampurkan padanya. Sifat ini tidak berubah. Karena itu, sat dapat diibaratkan dengan gula.

Cit adalah caitanya ‘kesadaran’ yang dapat diibaratkan dengan air. Jika gula dan air dicampur, kita mendapat sirup. Demikian pula, bila sat dan cit bergabung, hasilnya adalah aananda ‘kebahagiaan jiwa’. Biarlah prinsip kebenaran yang abadi menjiwai segala usahamu didunia ini. Hanya dengan demikianlah engkau dapat mencapai tuhan.

Perwujudan kasih.

Tidak ada manusia atau tempat yang bukan persemaayaman tuhan. Jangan pernah mengelabui dirimu sendiri dengan beranggapan bahwa tuhan ada disini dan tidak ada disana. Dimanapun engkau mencari, engkau dapat menjumpai tuhan disitu.

Sarvatah paanipaadam tat sarvato-kshi shiro-mukham, sarvataaah shrutimal-loke sarvam aavrtya tishthati. Artinya,’ dengan tangan, kaki, mata, kepala, mulut, dan telinga memenuhi segala sesuatu, tuhan meliputi seluruh alam semesta’.

Kitab-kitab suci entah quran, alkitab, grant sahib, atau bhagawad gita semuanya menyatakan kebenaran ini. Semua agama menerima kesucian kelima unsur alam.

Manusia modern memecah belah kemanunggalan ini dan hanya melihat keaneka ragaman. Ini kesalahan yang serius. Ia harus berusaha melihat kemanunggalan yang ada dibalik keanekaragaman. Hanya dengan demikianlah ia dapat menyadari kebenaran. Karena tiadanya penghayatan kemanunggalan ini, permusuhan menemukan tempat untuk bercokol dalam hati manusia. Hati semacam itu sama sekali bukan hati, melainkan dapat disebut batu.

Tuhan memelihara semua makhluk. Ada beberapa katak yang terperangkap dalam bebatuan dan tidak bisa keluar sampai lama. Mereka baru bisa keluar ketika batu cadas itu pecah. Siapa yang memberi mereka makan ketika mereka terperangkap dalam batu-batu itu. Bahkan jika suatu tanaman diairi dan dipupuk secara teratur, tidak seorangpun dapat menjamin bahwa tanaman itu akan tumbuh menjadi sebatang pohon. Meskipun demikian, kita jumpai pepohonan yang sangat besar tumbuh di puncak perbukitan yang gersang. Siapa yang mengairi dan memupuk pohon-pohon itu. Siapa yang bertanggung jawab atas pertumbuhan mereka. Tuhan dan tuhan belaka. Beliau mengurus kebutuhan segala makhluk di seluruh dunia.

Tuhan sama sekali tidak membeda-bedakan, tetapi manusia mempunyai sikap membeda-bedakan semacam ini. Inilah penyakit terparah yang kini telah menjangkiti manusia. Ia menderita berbagai keraguan. Bahkan penyakit seperti kanker pun dapat disembuhkan, tetapi tidak demikian halnya dengan penyakit keraguan. Manusia membinasakan dirinya sendiri dengan keraguan.

Keadaan atau kelahiran sebagai manusia itu amat suci, bersifat ketuhanan, dan penuh kebahagiaan jiwa. Setelah mencapai kelahiran seluhur itu, mengapa manusia membiarkan kecemasan mengganggunya.

Ada orang-orang yang selalu bertampang sedih. Alangkah malangnya. Engkau harus selalu riang. Wajah yang tersenyum merupakan ungkapan sifat ketuhanan. Kebahagiaan adalah persatuan dengan tuhan. Manusia menderita dan sengsara karena ia menjauhkan diri dari tuhan. Apapun yang terjadi, manusia harus selalu bahagia. Ia harus membuang segala kecemasan dan menyambut kebahagiaan jiwa. Penting sekali para pelajar dan mahasiswa memahami kebenaran ini dan bertindak sesuai dengan pengertian tersebut.

Anak-anak-ku terkasih, para pelajar dan mahasiswa, usiamu [sekarang] merupakan masa yang paling menentukan dalam hidupmu. Mulailah awal, kemudian perlahan-lahan, dan tibalah dengan selamat. Engkau harus menempuh kehidupan spiritual sejak sekarang. Mungkin engkau bekerja dan memperoleh penghasilan, tetapi engkau harus memiliki kebulatan tekad untuk mengikuti jalan spiritual. Orang yang memiliki kehendak teguh seperti itu benar-benar mujur.

Buddha adalah seorang pangeran. Beliau menikmati segala kesenangan dan kemudahan hidup di istana. Namun, beliau meninggalkan segala-galanya, dan menjadi seorang pertapa, bukan.

Raama juga tidak kekurangan apa-apa. Namun, beliau tidak menaruh minat pada kesenangan dan kenikmatan. Jika ibu kausalyaa menghidangkan berbagai makanan yang lezat, beliau tidak mau makan sendirian. Beliau hanya mau makan bersama saudara-saudara beliau; lakshmana, bhaarata, dan shatrughna.

Hampir sepanjang waktu raama sibuk di alam beliau sendiri. Sering beliau tampak seakan-akan sedang menuliskan sesuatu di udara.suatu hari dasharatha mengundang resi vasishtha agar datang. Beliau mohon agar sang resi menjelaskan apa yang menyebabkan tingkah laku raama yang aneh itu. Resi vasishtha duduk bermeditasi selama beberapa waktu kemudian berkata, ‘’ini merupakan tanda-tanda sifat ketuhanan. Kadang-kadang beliau mungkin bercakap-cakap dengan makhluk lain’’. Raama tidak memiliki kelekatan pada tubuh. Beliau terikat pada diri sejati. Inilah makna ketuhanan yang sesungguhnya.

Ketika resi vishvaamitra minta agar dasharatha mengizinkan raama dan lakshmana menyertainya dan menjaga yajna yang diselenggarakannya, dasharatha sangat enggan mengabulkan permohonan itu. Meskipun demikian, raama langsung bersedia pergi bersama sang resi. Dasharatha merasa bahwa raama dan lakshmana yang masih muda remaja, mungkin akan takut kepada para iblis. Namun, raama berkata bahwa beliau sama sekali tidak mengenal rasa takut. Bahkan resi vasishtha dan resi vishwaamitra menasihati dasharatha, ‘’ jangan terkelabui oleh perasaan bahwa raama itu anak laki-laki biasa. Beliau adalah avatar penjelmaan tuhan’’.

Walaupun resi vishwaamitra menyanjung-nyanjung sifat ketuhanan sri raama di hadapan dasharatha, kemudian pandangannya terselubung tirai maya. Ketika mereka tiba di tepi sungan sarayuu, beliau berkata kepada raama, ‘’seumur hidup tuan pangeran, tuan belum pernah melihat iblis. Karena itu, saya akan mengajarkan dua mantra, bala dan atibala, kepada tuan pangeran agar tuan tidak mengantuk atau merasa lapar, sehingga tuan dapat bertempur melawan iblis-iblis itu tanpa rasa takut’’. Inilah [contoh] kemampuan maya. Orang yang tadinya memuji-muji sifat ketuhanan sri raama kemudian menganggap beliau sebagai anak laki-laki biasa dan mengajarkan mantra-mantra kepada beliau.

Apapun yang dilakukan tuhan ada alasannya. Beliau bertindak sesuai dengan waktu dan keadaannya. Jayammaa dalam ceramahnya berkata bahwa swami mengunjungi berbagai tempat yang jauh, tetapi tidak datang ke anantapur yang hanya 60 km jauhnya. Aku tidak mempunyai rasa suka atau tidak suka pada tempat yang mana saja. Waktulah yang penting bagi-ku. Aaku pasti akan datang pada saat yang tepat. Dahulu, aku biasa berkunjung ke anantapur seminggu sekali. Sekarang keadaannya sudah berubah. Kemanapun aku pergi, bakta yang sangat banyak jumlahnya datang berhimpun. Mobil-ku akan diikuti seratus mobil lain. Siapa yang akan menyediakan makanan dan naungan bagi mereka semua.swami akan merasa sedih, jika para bakta menderita karena mereka adalah cerminan swami sendiri. Selain itu tidak ada perlengkapan yang memadai untuk tempat tinggal-ku. Asrama mahasiswa di anantapur di maksudkan untuk gadis-gadis. Jadi bagaimana aku bisa tinggal disitu. Aku adalah manusia ideal dan ideal dalam segala aspek. Aku harus memberi teladan bagi seluruh dunia. Karena mempertimbangkan segala aspek semacam itu, belakangan ini aku tidak berkunjung kesana. Meskipun demikian, jika anak-anak itu datang kesini, aku berbicara kepada mereka dengan penuh kasih.

Mereka sedih karena aku tidak berkunjung kesana. Mereka meminta,’swami mohon swami datang setidak-tidaknya untuk sehari.’ Kukatakan kepada mereka bahwa aku pasti datang. Aku tidak akan pernah berkata kepada siapapun bahwa aku tidak mau datang. Itulah sifat-ku.

Aku salalu berkata,’santosham, santosham,’ bahagialah, untuksegala sesuatu. Kalau engkau berkata,’swami, perut saya sakit,’ aku akan berkata, ‘santosham.’jika seseorang berkata, ‘swami anak saya sudah meninggal.’ Kukatakan kepadanya, ‘santosham.’ Kata itu kuucapkan secara spontan. Apapun yang mungkin terjadi, aku selalu bahagia. Namun, tidak semua orang memahami hal ini. Suatu kali, seorang bakta wanita datang dan memberitahu aku bahwa suaminya telah meninggal. Kukatakan padanya, ‘chaala santosham.’ Sangat bahagia. Ia menjadi marah dan berkata, ‘swami, mengapa swami demikian bahagia, jika saya menangisi meninggalnya suami saya.’kukatakan kepadanya, ‘bu, aku selalu bahagia. Itulah sebabnya kukatakan demikian kepadamu.’engkau selalu mendapati aku tersenyum karena kebahagiaan adalah sifatku yang sejati. Aku tidak pernaah sedih.

Kasih adalah wujud-ku

Kebenaran adalah nafas-ku

Kebahagiaan jiwa adalah santapan-ku

Hidup-ku adalah amanat-ku

Perluasan adalah hidup-ku

Tiada alasan untuk kasih

Tiada musim untuk kasih

Tiada kelahiran,tiada kematian.

Inilah sifatku yang sesungguhnya, sifat-ku tidak akan berubah dalam keadaan apapun. Aku selalu penuh dengan kebahagiaan. Melihat keadaanku yang selalu sangat bahagia, banyak orang merasa iri. Mereka heran memikirkan, ‘bagaimana sai baba bisa selalu bahagia. Beliau mengurus banyak rumah sakit dan yayasan pendidikan. Beliau mempunyai demikian banyak tanggung jawab, tetapi tampaknya beliau sama sekali tidak khawatir’ apa perlunya merasa cemas. Apapun yang harus terjadi akan terjadi. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak-ku. Karena itu, aku sama sekali tidak merasa khawatir. Kecemasan tidak pernah menyentuh-ku sebelum ini atau akan mempengaruhi aku kelak. Aku selalu bahagia. Aku berusaha kelihatan sedih, jika berbicara dengan orang yang sedang menderita, tetapi aku tidak mampu berbuat demikian, karena kebahagiaan adalah sifat-ku.

Aku memerlukan banyak uang karena aku harus mengeluarkan milyaran rupiah untuk berbagai proyek kesejahteraan sosial yang kuselenggarakan. Meskipun demikian, aku tidak merasa cemas atau khawatir. Apa perlunya khawatir, jika segala sesuatu berlangsung sesuai dengan rencana-ku. Hal ini telah kusebutkan dalam amanat-ku pada hari krishna ashtami, ‘agar pelayanan kesehatan dirumah sakit dan yayasan pendidikan [yang semuanya diberikan secara Cuma-Cuma] dapat terus berlangsung, setiap bulan diperlukan biaya milyaran rupiah. Selama aku masih ditubuh ini, tidak ada masalah [financial]. Setelah itu, siapa yang akan mengurusnya. Karena itu, aku hendak mendepositokan modal agar bunganya dapat digunakan untuk membiayai keperluan rumah-rumah sakit dan berbagai yayasan pendidikan.

Dewasa ini kita jumpai banyak swamiji dan maataaji pergi keluar negeri dan meminta-minta uang. Engkau dapat menyebut orang-orang semacam itu pengemis, bukan orang besar. Meskipun demikian, aku sama sekali tidak pernah meelakukan hal yang merendahkan martabat semacam itu. Demikian banyak orang datang kesini, tetapi aku belum pernah minta apapun dari siapapun. Orang yang meminta-minta sama sekali bukan [avatar] tuhan.

Pekerjaan-ku akan berlangsung walaupun aku tidak pernah meminta apa-apa. Dana yang diperlukan datang sesuai dengan kehendak-ku. Darimana dana itu datang. Pergi dan bertanyalah di bank. Mengapa bertanya kepada-ku. Aku tidak melibatkan diri-ku dalam masalah-masalah semacam itu. Aku hanya mempunyai satu keinginan,

‘sarve janaah sukhino bhavantu.’

‘semoga semuanya berbahagia’

kesedihan dan kecemasan menghantui mereka yang memiliki berbagai keinginan.namun, aku sama sekali tidak mempunyai keinginan. Itulah sebabnya aku selalu berada dalam kebahagiaan jiwa. Apapun yang ku kehendaki langsung terjadi. Karena itu, aku tidak perlu khawatir mengenai apapun.

Bhagawan menyudahi wacana beliau dengan kidung suci, ‘hari bhajan bina sukha shaanti nahi, ‘ tanpa menyanyikan nama tuhan, tiada kebahagiaan dan kedamaian’.

Diterjemahkan:

Dari wacana bhagawan pada hari ke-6

Perayaan dasara dipendava sai kulwant,

Prashanti nilayam,25 oktober 2001